Instaforex Crypto, Mata Uang Kripto Mixed, Kepercayaan Teknologi Blockchain Meningkat







Harga mata uang kripto bervariasi pada Rabu pagi di sesi Asia. Bitcoin masih menguat di antara token digital utama lainnya dan HSBC berinvestasi pada Axicon blockchain yang berbasis di New York pada hari Selasa.
Bitcoin naik tipis 0,18% menjadi $6,435.5 pada pukul 09.51 WIB di bursa Bitifinex.
Ethereum melemah 0,71% ke $210,12 pada bursa Bitifinex.
XRP jatuh 0,9% menjadi $0,51647 di bursa Poloniex.
Litecoin merosot 1,2% ke $50,529 di bursa Bitifinex.
HSBC bergabung dengan pendanaan seri B Axoni, menghasilkan total $36 juta. Startup itu mengatakan akan menggunakan dana untuk meningkatkan teknologi sinkronisasi data, memperluas infrastruktur paket produk dan untuk memajukan bahasa kontrak cerdas kompatibel dengan Ethereum yang memungkinkan verifikasi formal.
"Teknologi buku besar tersebut jelas akan menjadi penting untuk modernisasi infrastruktur pasar modal bersama," ujar Matthew J. Flanigan, COO dari HSBC Bank USA, dalam sebuah pernyataan.
Di tempat lain, lebih dari sepertiga manajer logistik Jerman mengatakan mereka percaya teknologi blockchain bisa secara signifikan meningkatkan kerjasama pada rantai pasokan, menurut survei Hermes.
Ini terjadi setelah sembilan operator laut dan operator terminal menandatangani MoU pekan lalu untuk membentuk konsorsium, dengan tujuan mengembangkan platform digital terbuka berdasarkan teknologi buku besar yang didistribusikan, menurut Maritime Executive.
Akan siap bulan depan, platform ini akan memungkinkan pengirim untuk mendigitalkan dan mengatur dokumen barang berbahaya mereka dan terhubung dengan pihak yang relevan untuk mempercepat proses persetujuan.
Di sisi lain, penipuan dan penggelapan mata uang digital terus menjadi perhatian.
Bloomberg melaporkan bahwa pedagang AS Joseph Kim dijatuhi hukuman 15 bulan penjara karena salah menangani $1,1 juta Bitcoin dan Litecoin pada tahun 2017, dan itu menandai penuntutan pidana pertama yang melibatkan perdagangan kripto. Skema Kim tersebut telah menyakiti setidaknya lima investor.
Laporan terbaru menunjukkan bahwa peretas memperoleh kendali atas akun Twitter dari peritel toko serba ada Target (NYSE:TGT) pada hari Selasa. Dengan akun tersebut, mereka membagikan pesan yang menjanjikan untuk memberi kompensasi berupa bitcoin kepada orang-orang jika mereka membayar dalam bentuk mata uang kripto. Target mengatakan kemudian bahwa Twitter saat ini sedang menyelidiki insiden tersebut.

Komentar