Instaforex Crypto, Harga Kripto Tetap Stabil, SEC Tuntut Pendiri EtherDelta




© Reuters. Harga uang kripto bergerak tenang pada hari Jumat


Harga mata uang kripto bergerak stabil pada hari Jumat bahkan setelah Securities and Exchange Commission (SEC) AS menuntut Zachary Coburn - pendiri platform perdagangan token crypto EtherDelta - karena menjalankan pertukaran sekuritas yang tidak terdaftar.
Bitcoin tergelincir 0,5% ke $6,488.2 pada pukul 13.30 WIB di pertukaran Bitifinex.
Ethereum turun tipis 0,03% menjadi $214,41, dan Litecoin jatuh 1,6% menjadi $52,73. XRP diperdagangkan melemah 0,2% ke $0,51261.
SEC mengatakan pada hari Kamis bahwa EtherDelta memungkinkan pengguna untuk berdagang token yang berbasis Ethereum tanpa mendaftarkan akun.
Perdagangan dikelola oleh "kontrak pintar," ungkap regulator.
"Kontrak pintar EtherDelta dikodekan untuk memvalidasi pesanan, mengkonfirmasi syarat dan ketentuan pesanan, mengeksekusi pesanan berpasangan, dan mengarahkan buku besar didistribusikan untuk diperbarui yang mencerminkan perdagangan."
"Hampir semua pesanan yang ditempatkan melalui platform EtherDelta diperdagangkan setelah Komisi mengeluarkan Laporan DAO 2017 - yang menyimpulkan bahwa aset digital tertentu seperti token DAO - adalah sekuritas dan bahwa platform yang menawarkan perdagangan sekuritas aset digital ini akan dikenakan persyaratan SEC untuk pertukaran yang terdaftar atau beroperasi berdasarkan pengecualian," tegas SEC.
Zachary Coburn setuju untuk membayar $300.000 dalam suspensi, bersama dengan bunga $13.000 dan penalti $75.000. Ia tidak mengakui atau menyangkal temuan SEC tersebut.
Mengutip sumber, CoinDesk mengatakan ini mungkin yang pertama dari banyak tindakan hukum terhadap pertukaran token crypto.
CoinDesk menambahkan bahwa ini karena platform perdagangan semacam itu telah menjadi prioritas penting bagi divisi lembaga penegakan hukum.
Dalam berita lain, para pengacara Korea Selatan mendesak pemerintah untuk mengeluarkan kerangka hukum untuk koin digital.
The Korean Bar Association melobi pemerintah pada hari Kamis dan mengatakan bahwa undang-undang diperlukan untuk mempromosikan industri dan melindungi konsumen.
"Kami mendesak pemerintah untuk melepaskan diri dari persepsi negatif dan keraguan, serta menyusun RUU untuk membantu mengembangkan industri blockchain dan mencegah efek buruk yang melibatkan cryptocurrency," kata Presiden Asosiasi Kim Hyun.
Laporan itu datang satu hari setelah Wakil Perdana Menteri Thailand Wissanu Krea-ngam mengatakan ia ingin lebih banyak peraturan koin virtual. Krea-ngam berpikir bahwa langkah-langkah baru diperlukan baik domestik maupun internasional untuk melindungi keamanan konsumen.

Komentar